عَنْ
أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَرَفَعَ الْحَدِيثَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ
قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ
أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ
أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِـيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ
فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
Dari Anas bin Malik - secara marfu' - dia berkata; "Sesungguhnya
Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu
berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah.
Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu
berkata "Wahai Rabb, apakah laki-laki atau perempuan? Apakah sial atau beruntung,
bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya?" Maka ditulislah ketetapan itu
dalam perut[1]
ibunya". (H.R. Muslim 4785 dan Bukhari 3086)
عَنْ
حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْمَلَكُ عَلَى النُّطْفَةِ بَعْدَ مَا تَسْتَقِرُّ فِي
الرَّحِمِ بِأَرْبَعِينَ أَوْ خَـمْسَةٍ وَأَرْبَعِينَ لَيْلَةً فَيَقُولُ يَا
رَبِّ أَشَقِـيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَيُكْتَبَانِ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَذَكَرٌ أَوْ
أُنْثَى فَيُكْتَبَانِ وَيُكْتَبُ عَـمَلُهُ وَأَثَرُهُ وَأَجَلُهُ وَرِزْقُهُ ثُـمَّ
تُطْوَى الصُّحُفُ فَلَا يُزَادُ فِيـهَا وَلَا يُنْقَصُ
Dari Hudzaifah bin Asid dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
beliau bersabda: "Sesungguhnya malaikat akan mendatangi nuthfah
yang telah menetap dalam rahim selama empat puluh atau empat puluh lima malam
seraya berkata; 'Ya Rabb, apakah ia akan sial atau beruntung? ' Maka
ditetapkanlah (salah satu dari) keduanya. Kemudian malaikat itu bertanya lagi;
'Ya Rabb, apakah laki-laki ataukah perempuan? ' Maka ditetapkanlah antara salah
satu dari keduanya, ditetapkan pula amalnya, umurnya, ajalnya, dan rezekinya. Setelah itu catatan ketetapan itu dilipat tanpa ditambah
ataupun dikurangi lagi." (H.R. Muslim 4782)
عَنْ
عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دُعِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جَنَازَةِ صَبِيٍّ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقُلْتُ يَا
رَسُولَ اللَّهِ طُوبَى لِهَذَا عُصْفُورٌ مِنْ عَصَافِيرِ الْجَنَّةِ لَمْ
يَعْمَلْ السُّوءَ وَلَمْ يُدْرِكْهُ قَالَ أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ يَا عَائِشَةُ
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ لِلْجَنَّةِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُـمْ فِي أَصْلَابِ
آبَائِـهِمْ وَخَلَقَ لِلنَّارِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُـمْ فِي أَصْلَابِ
آبَائِـهِمْ
Dari 'Aisyah ummul Mu'minin
dia berkata; "Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
pernah diundang untuk melayat jenazah seorang bayi dari kaum Anshar. Kemudian
saya (Aisyah) berkata kepada beliau; 'Ya Rasulullah, sungguh berbahagia bayi
kecil ini! Ia seperti seekor burung dari sekian burung surga yang belum pernah
berbuat dosa dan belum pernah ternodai oleh dosa.' Mendengar pernyataan
tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Mungkin tidak
seperti itu hai Aisyah. Sebenarnya Allah telah
menciptakan orang-orang yang akan menjadi penghuni surga ketika mereka masih
berada dalam tulang sulbi bapak-bapak mereka. Dan sebaliknya, Allah pun
telah menciptakan orang-orang yang akan menjadi penghuni neraka ketika mereka
masih berada dalam tulang sulbi bapak-bapak mereka.' (H.R. Muslim 4813, Abu
Daud 4090, Ibnu Majah 79)
قَالَ
رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ النُّطْفَةَ تَكُونُ فِي
الرَّحِمِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا عَلَى حَالِهَا لَا تَغَيَّرُ فَإِذَا مَضَتْ
الْأَرْبَعُونَ صَارَتْ عَلَقَةً ثُـمَّ مُضْغَةً كَذَلِكَ ثُـمَّ عِظَامًا
كَذَلِكَ فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يُسَوِّيَ خَلْقَهُ بَعَثَ
إِلَيْـهَا مَلَكًا فَيَقُولُ الْمَلَكُ الَّذِي يَلِيهِ أَيْ رَبِّ أَذَكَرٌ أَمْ
أُنْثَى أَشَقِـيٌّ أَمْ سَعِيدٌ أَقَصِيرٌ أَمْ طَوِيلٌ أَنَاقِصٌ أَمْ زَائِدٌ
قُوتُهُ وَأَجَلُهُ أَصَـحِيحٌ أَمْ سَقِيمٌ قَالَ فَيَكْتُبُ ذَلِكَ كُلَّهُ
فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَفِيمَ الْعَمَلُ إِذَنْ وَقَدْ فُرِغَ مِنْ هَذَا
كُلِّهِ قَالَ اعْـمَلُوا فَكُلٌّ سَيُوَجَّهُ لِمَا خُلِقَ لَهُ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya
air mani berada di dalam rahim selama empat puluh hari tidak berubah, bila
berjalan empat puluh hari akan berubah menjadi segumpal darah kemudian menjadi
segumpal daging kemudian menjadi kerangka tulang selama itu pula. Maka bila
Allah berkehendak untuk menyempurnakan ciptaan-Nya,
Dia mengutus malaikat kepadanya, lalu malaikat berikutnya bertanya: Wahai Rabb,
apakah dia laki-laki atau perempuan? Apakah sengsara atau beruntung? Apakah
pendek atau panjang? Apakah kurang atau tambah rizki dan ajalnya? Apakah sehat
atau sakit?" Ia berkata; Lalu semua itu dicatat. Kemudian ada seorang
laki-laki berkata; Kalau begitu untuk apa beramal kalau semua itu sudah
selesai. Lalu beliau bersabda: "Beramallah, karena setiap orang akan
diarahkan kepada untuk apa dia diciptakan." (H.R. Ahmad 3372)
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللهِ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ
الصَّادِقُ الْمَصْدُوقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُـجْمَعُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثُـمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُـمَّ يَكُونُ
مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُـمَّ يَبْعَثُ اللهُ إِلَيْهِ مَلَكًا بِأَرْبَعِ
كَلِمَاتٍ فَيُكْتَبُ عَـمَلُهُ وَأَجَلُهُ وَرِزْقُهُ وَشَقِـيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُـمَّ
يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ فَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ
حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَـهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ
الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ وَإِنَّ
الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ
وَبَيْنَـهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ
أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُ النَّارَ
Telah bercerita kepada kami 'Abdullah telah bercerita kepada kami
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan dialah orang yang jujur dan berita
yang dibawanya adalah benar: "Setiap orang dari kalian telah dikumpulkan
dalam penciptaannya ketika berada di dalam perut ibunya selama empat puluh (40)
hari kemudian menjadi 'alaqah (zigot) selama itu pula (40 hari) kemudian
menjadi mudlghah (segumpal daging) selama itu pula (40 hari) kemudian
Allah mengirim malaikat yang diperintahkan dengan empat ketetapan (dan
dikatakan kepadanya), tulislah amalnya, rezekinya, ajalnya, sial atau berutung
lalu ditiupkan ruh kepadanya. Dan sungguh seseorang akan ada yang beramal
dengan amal-amal penghuni neraka hingga tak ada jarak antara dirinya dengan
neraka kecuali sejengkal saja lalu dia didahului oleh catatan (ketetapan
taqdirnya) kemudian dia beramal dengan amalan penghuni surga kemudian masuk
surga, dan ada juga seseorang yang beramal dengan amal-amal penghuni surga
hingga tak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sejengkal saja, lalu
dia didahului oleh catatan (ketetapan taqdirnya) kemudian dia beramal dengan
amalan penghuni neraka lalu dia masuk neraka". (H.R. Bukhari 3085)
عَنْ
الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ مَرَّ
يَـهُودِيٌّ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُـحَدِّثُ
أَصْـحَابَهُ فَقَالَتْ قُرَيْشٌ يَا يَـهُودِيُّ إِنَّ هَذَا يَزْعُـمُ أَنَّهُ
نَبِيٌّ فَقَالَ لَأَسْأَلَنَّهُ عَنْ شَيْءٍ لَا يَعْلَمُهُ إِلَّا نَبِيٌّ قَالَ
فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ ثُـمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ مِمَّ يُـخْلَقُ الْإِنْسَانُ
قَالَ يَا يَـهُودِيُّ مِنْ كُلٍّ يُـخْلَقُ مِنْ نُطْفَةِ الرَّجُلِ وَمِنْ
نُطْفَةِ الْمَرْأَةِ فَأَمَّا نُطْفَةُ الرَّجُلِ فَنُطْفَةٌ غَلِيظَةٌ مِنْـهَا
الْعَظْمُ وَالْعَصَبُ وَأَمَّا نُطْفَةُ الْمَرْأَةِ فَنُطْفَةٌ رَقِيقَةٌ مِنْـهَا
اللَّحْمُ وَالدَّمُ فَقَامَ الْيَـهُودِيُّ فَقَالَ هَكَذَا كَانَ يَقُولُ مَنْ
قَبْلَكَ
Dari Al Qasim bin Abdurrahman dari Ayahnya dari Abdullah ia berkata,
"Seorang Yahudi lewat di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
yang saat itu sedang berbincang dengan para sahabatnya. Lalu orang-orang
Quraisy berkata, "Hai Yahudi, orang ini mengaku sebagai Nabi!" Yahudi
itu pun berkata, "Sungguh, aku akan menanyakan sesuatu padanya, yang tidak
diketahui kecuali oleh seorang Nabi." Yahudi itu lalu menghampiri beliau
dan duduk di dekatnya seraya bertanya, "Wahai Muhammad, dari apa manusia
diciptakan?" Nabi lalu menjawab: "Wahai Yahudi, setiap manusia itu
diciptakan dari nutfah (air mani) seorang lelaki dan nutfah seorang wanita. Nutfah
laki-laki sifatnya lebih keras dan nantinya dia akan berubah menjadi tulang dan
urat saraf. Adapun nutfah wanita sifatnya lebih lembek dan nantinya dia akan
membentuk daging dan darah." Orang Yahudi itu lalu berdiri dan berkata,
"Beginilah yang dikatakan nabi-nabi sebelummu." (H.R. Ahmad 4206)
إِنَّ
النُّطْفَةَ تَقَعُ فِي الرَّحِمِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُـمَّ يَتَصَوَّرُ عَلَيْـهَا
الْمَلَكُ قَالَ زُهَيْرٌ حَسِبْتُهُ قَالَ الَّذِي يَـخْلُقُهَا فَيَقُولُ يَا
رَبِّ أَذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى فَيَجْعَلُهُ اللَّهُ ذَكَرًا أَوْ أُنْثَى ثُـمَّ
يَقُولُ يَا رَبِّ أَسَوِيٌّ أَوْ غَيْرُ سَوِيٍّ فَيَجْعَلُهُ اللَّهُ سَوِيًّا أَوْ
غَيْرَ سَوِيٍّ ثُـمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ مَا رِزْقُهُ مَا أَجَلُهُ مَا خُلُقُهُ
ثُـمَّ يَجْعَلُهُ اللَّهُ شَقِيًّا أَوْ سَعِيدًا
Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: Sesunggunya nuthfah disimpan di dalam rahim setelah empat
puluh malam. Lalu datanglah malaikat - aku kira beliau berkata; - yang akan
membentuknya seraya berkata; Ya Rabb, apakah dia laki-laki atau perempuan? Lalu
Allah menjadikannya laki-laki atau perempuan. Kemudian malaikat itu berkata; Ya
Rabb, apakah dia menyimpang ataukah tidak? Lalu Allah menetapkan dia menyimpang
dan tidaknya. Lalu malaikat berkata; Ya Rabb, bagaimana rizkinya, bagaimana ajalnya,
bagaimana akhlaknya? Kemudian Allah menjadikan dia sial atau beruntung. (H.R.
Muslim 4784)
عَنْ
أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ أَنَّ عَامِرَ بْنَ وَاثِلَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ
سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُا الشَّقِـيُّ مَنْ شَقِـيَ فِي بَطْنِ
أُمِّهِ وَالسَّعِيدُ مَنْ وُعِظَ بِغَيْرِهِ فَأَتَى رَجُلًا مِنْ أَصْـحَابِ
رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لَهُ حُذَيْفَةُ بْنُ
أَسِيدٍ الْغِفَارِيُّ فَحَدَّثَهُ بِذَلِكَ مِنْ قَوْلِ ابْنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ
وَكَيْفَ يَشْقَى رَجُلٌ بِغَيْرِ عَـمَلٍ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ أَتَعْجَبُ مِنْ
ذَلِكَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
إِذَا مَرَّ بِالنُّطْفَةِ ثِنْتَانِ وَأَرْبَعُونَ لَيْلَةً بَعَثَ اللهُ إِلَيْـهَا
مَلَكًا فَصَوَّرَهَا وَخَلَقَ سَـمْعَهَا وَبَصَرَهَا وَجِلْدَهَا وَلَحْمَهَا
وَعِظَامَهَا ثُـمَّ قَالَ يَا رَبِّ أَذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى فَيَقْضِي رَبُّكَ مَا
شَاءَ وَيَكْتُبُ الْمَلَكُ ثُـمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ أَجَلُهُ فَيَقُولُ رَبُّكَ
مَا شَاءَ وَيَكْتُبُ الْمَلَكُ ثُـمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ رِزْقُهُ فَيَقْضِي
رَبُّكَ مَا شَاءَ وَيَكْتُبُ الْمَلَكُ ثُـمَّ يَـخْرُجُ الْمَلَكُ بِالصَّحِيفَةِ
فِي يَدِهِ فَلَا يَزِيدُ عَلَى مَا أُمِرَ وَلَا يَنْقُصُ
Dari Abu Az Zubair Al Makki bahwa 'Amir bin Watsilah telah
menceritakan kepadanya dia pernah mendengar 'Abdullah bin Mas'ud berkata;
"Orang yang sial adalah orang yang telah ditetapkan untuk menjadi orang sial
semenjak ia berada dalam perut ibunya. Sedangkan orang yang beruntung adalah
orang yang telah ditetapkan untuk menjadi orang yang beruntung semenjak ia
berada dalam perut ibunya." Kemudian ada seorang sahabat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam, yang bernama Hudzaifah bin Asid Al Ghifari,
datang. Lalu Amir bin Watsilah menuturkan ucapan Abdullah bin Mas'ud itu
kepadanya seraya berkata; 'Bagaimana mungkin seseorang akan menjadi sengsara
sebelum ia berbuat apa-apa? ' Hudzaifah berkata kepada Amir; 'Apakah kamu masih
merasa heran mendengar pernyataan itu? Sesungguhnya saya pernah mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Ketika nuthfah telah berusia
empat puluh dua malam, maka Allah akan mengutus satu malaikat mendatangi
nuthfah tersebut. Kemudian Allah akan membentuknya, menciptakan pendengarannya,
penglihatannya, kulitnya, dagingnya, dan juga tulangnya. Setelah itu, malaikat
tersebut akan bertanya; 'Ya Rabb, apakah janin yang berada dalam rahim ini
laki-laki ataukah perempuan? ' Maka Allah, Rabbmu, akan menentukan menurut
kehendak-Nya. Kemudian malaikat pun mencatatnya. Setelah itu, malaikat tersebut
akan bertanya lagi; Ya Rabb, bagaimana halnya dengan ajal janin ini? ' Lalu Rabbmu
akan menentukan ajalnya menurut kehendak-Nya. Maka, setelah itu, malaikat pun
akan mencatatnya. Kemudian malaikat tersebut akan bertanya lagi; 'Ya Rabb,
bagaimanakah dengan rezekinya? ' Lalu Allah, Rabbmu, akan menentukan rezekinya
menurut kehendak-Nya. Setelah itu, malaikat pun akan mencatatnya. Kemudian malaikat tersebut
keluar dengan membawa selembar catatan yang berada di tangannya - tanpa
menambah ataupun mengurangi - apa telah diperintahkan Allah untuk mencatatnya.'
(H.R. Muslim 4783)
عَنْ
مُسْلِمِ بْنِ يَسَارٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ سُئِلَ عَنْ
هَذِهِ الْآيَةِ } وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِـمْ
ذُرِّيَّـتَـهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا
بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا
غَافِلِينَ {فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْأَلُ عَنْـهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ ثُـمَّ مَسَحَ
ظَهْرَهُ بِيَمِينِهِ فَأَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ
لِلْجَنَّةِ وَبِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ يَعْمَلُونَ ثُـمَّ مَسَحَ ظَهْرَهُ
فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ ذُرِّيَّةً فَقَالَ خَلَقْتُ هَؤُلَاءِ لِلنَّارِ وَبِعَمَلِ
أَهْلِ النَّارِ يَعْمَلُونَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَفِيمَ
الْعَمَلُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ
اللَّهَ إِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلْجَنَّةِ اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ
الْجَنَّةِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
فَيُدْخِلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَإِذَا خَلَقَ الْعَبْدَ لِلنَّارِ
اسْتَعْمَلَهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى يَمُوتَ عَلَى عَمَلٍ مِنْ
أَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيُدْخِلَهُ اللَّهُ النَّارَ
Dari Muslim bin Yasar Al Juhani bahwa Umar bin Al Khaththab pernah
ditanya tentang ayat "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan
anak-anak Adam dari punggung mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka (seraya berfirman): 'Bukankah Aku ini Rabbmu? ' Mereka menjawab: 'Betul
(Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar
di hari kiamat kamu tidak mengatakan: 'Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (Ke-Esaan Rabb)." [Al A'raaf: 172]
Umar berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam pernah
ditanya tentangnya lalu beliau menjawab: "Sesungguhya Allah menciptakan
Adam kemudian Dia mengusap punggungnya dengan tangan kanan-Nya lalu
mengeluarkan keturunan, setelah itu berfirman: 'Aku ciptakan mereka semua untuk
(menghuni) surga dan dengan amalan ahli surga.' Kemudian Dia usap punggungnya,
maka keluarlah keturunan darinya, setelah itu Dia berfirman: 'Aku ciptakan
mereka untuk (menghuni) neraka dan dengan amalan ahli neraka'." Lalu ada
orang yang bertanya: Wahai Rasulullah, kalau demikian apa gunanya beramal?
beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah jika menciptakan hamba sebagai ahli
surga, ia akan dituntun oleh-Nya untuk beramal dengan amal ahli surga sampai
mereka mati dalam keadaan demikian lalu Allah memasukannya ke surga. Sedangkan
jika Dia menciptakan hamba itu sebagai ahli neraka, ia akan dituntun oleh-Nya
untuk beramal dengan amal ahli neraka sampai mereka mati dalam keadaan demikian
lalu Allah memasukannya ke dalam neraka." (H.R. Tirmidzi 3001, menurutnya
hadits ini hasan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar